Secara Bertahap Dukcapil Akan Berikan Layanan Online Sepenuhnya


233

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof. H.M. Tito Karnavian menginginkan jajaran Ditjen Dukcapil terus berinovasi agar bisa memotong rantai birokrasi. 

Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) ini Mendagri senantiasa mendorong pelayanan publik di Dukcapil tetap berlangsung dengan baik. Caranya dengan terus melakukan inovasi khususnya layanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui online.

"Lewat layanan online ini, masyarakat bisa terhindar dari antrean atau bolak-balik ke kantor Dukcapil karena ada persyaratan yang tidak lengkap saat melakukan pengurusan administrasi kependudukan," kata Mendagri Tito dalam arahannya suatu ketika.

Makanya sesuai arahan Mendagri, Ditjen Dukcapil terus bertransformasi dari pola kerja manual menuju layanan online digital. 

Sebanyak 467 Dinas Dukcapil daerah kabupaten atau kota sudah melaksanakan layanan online Adminduk dengan aplikasi yang bisa diunduh via Playstore, website, serta melalui Whatsapp dan SMS. Layanan online ini pun, karena tak ada sentuhan antara petugas dengan masyarakat, diharapkan dapat memutus percaloan dan pungli, sehingga mencegah terjadinya korupsi.

Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh pun tak pernah bosan mengajak para Kepala Dinas Dukcapil di daerah terus berlatih dan beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi sekarang ini.

"Saya akan sangat berbahagia apabila temen-temen bisa bersama dengan saya untuk menuju layanan online sepenuhnya. Lakukan secara bertahap," kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh dalam video conference Halal bi Halal jajaran Ditjen Dukcapil dengan seluruh Kepala Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Jakarta, Rabu (27/5/2020). 

Saat diluncurkan awal tahun lalu tanda tangan elektronik (TTE), rata-rata Dinas Dukcapil kabupaten/kota baru menerapkan untuk 2 dokumen kependudukan. 

"Sekarang hampir semua Dinas Dukcapil kabupaten/kota sudah menerapkan TTE di atas 5 dokumen kependudukan. Hanya tinggal sedikit sekali yang masih 2 dokumen. Mungkin hanya tinggal 8 kab/kota saja pekan lalu saya mendapat laporan seperti itu," kata Zudan bangga.

Dirjen Zudan Arif Fakrulloh tak lupa mengajak punggawanya terus bekerja menuntaskan semua layanan yang tersisa. 

"Saya akan terus mendampingi Ibu dan Bapak Kepala Dinas untuk menyelesaikan PR kita ini. PR yang paling berat hanya tinggal Suket dan print ready record (PRR) yang belum selesai dicetak menjadi KTP-el. Hanya tinggal sedikit saja," kata Zudan memberikan dorongan semangat. 

Dirinya meminta seluruh kepala dinas agar memonitor setiap hari perkembangan yang terjadi di kabupaten/kota wilayahnya. 

"Setelah itu setiap hari Jumat tolong berikan laporan kepada Ditjen Dukcapil di pusat. Tolong saya dilapori berapa cakupan akta kelahiran, suket yang belum dicetak menjadi KTP-el masih berapa, PRR masih berapa, kemudian apa pekerjaan yang ada masalah, solusinya yang sudah selesai seperti apa, yang belum selesai seperti apa," demikian Dirjen Zudan Arif Fakrulloh berpesan.