Rapat Koordinasi Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2020


34

Direktrorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri menggelar Rapat Koordinasi Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2020 pada tanggal 6-7 Oktober 2020 dengan tema “PENGUATAN KUALITAS LAYANAN ADMINDUK MENUJU SATU DATA KEPENDUDUKAN”. Rakornas Dukcapil Tahun 2020 dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Rakornas dibuka oleh Mendagri Prof. Drs. H Muhammad Tito Karnavian, MA, PhD. Dalam sambutannya, Tito menyampaikan data dukcapil diperlukan untuk survival of economy atau keberlangsungan hidup perekonomian. Tito memberikan contoh untuk pemberian bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dapat tepat sasaran, ketika data penerima bantuan dapat direnkosiliasi dengan database dukcapil. Data kependudukan menjadi informasi yang sangat berharga.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja tinggi yang dicapai jajaran Ditjen Dukcapil. Kinerja prima yang disorot Mendagri Tito Karnavian terutama keberhasilan persentase perekaman KTP-el yang sudah mencapai angka lebih 98 persen. 

Menurut Mendagri Tito Karnavian, hal itu sangat bermanfaat untuk seluruh aspek tata kelola pemerintahan utamanya proses perencanaan pembangunan nasional hingga penegakkan hukum dan pencegahan kriminalitas.

“Cakupan perekaman KTP-el membuat database kependudukan yang semakin lengkap dan akurat. Ini sangat bermanfaat dalam mendukung perencanaan pembangunan nasional oleh kementerian/lembaga maupun organisasi pemda. Perencanaan pembangunan yang dibuat menggunakan database Dukcapil menjadi lebih akurat, efektif, dan efisien,” ujar Mendagri dalam arahannya.

Sementara di kesempatan berikutnya, Dirjen Dukcapil Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH, menyampaikan kinerja Dukcapil secara keseluruhan. Rekam KTP-el telah mencapai 192.468.599 jiwa atau 98,00 %, Kartu Identitas Anak mencapai 17.594.274 jiwa (24,11 %), kepemilikan Akta lahir sebesar 74.436.054 jiwa (93,09 %), penerapan Tanda Tangan Elektronik untuk 506 Kabupaten/Kota, dan Penggunaan Kerta Putih sebanyak 506 Kabupaten/Kota. Selain itu penyerahan DP4 Pilkada Serentak 2020, telah dimanfaatkannya data kependudukan oleh 2.120 Lembaga Pengguna ditambah 698 di Daerah, dan Sensus Penduduk Tahun 2020 berbasis data kependudukan.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan Zudan pada Rakor tersebut, poin pertama adalah mendukung kesuksesan Pilkada Serentak Tahun 2020 melalui program-program Dukcapil.

“Pertama komitmen kita untuk mendukung suksesnya Pilkada serentak di 309 Kabupaten/Kota yang di dalamnya meliputi 9 pemilihan gubernur,” tuturnya.

Kedua, Zudan meminta agar kinerja tetap ditingkatkan untuk mengimplementasikan dan mengintegrasikan data kependudukan.

“Komitmen kita untuk menuju implementasi integrasi data kependudukan hasil Sensus Penduduk 2020, yang dalam pelaksanaannya survei dan coklitnya sudah selesai pada tanggal 30 September 2020 dan akan mulai diintegrasikan dengan database kependudukan Kemendagri,” kata Zudan.

Ketiga, Zudan mengajak para pejabat Dukcapil tetap produktif meskipun di tengah mewabahya Covid-19. Hal itu juga dinilai Zudan berdasarkan angka kinerja yang tercantum dalam Strategi Nasional (Stranas) mengenai percepatan administrasi kependudukan (Adminduk) dan statistik hayati yang tidak diturunkan sehingga kualitas pelayanan Adminduk tetap menjadi hal yang utama.

“Di dalam RPJM Nasional, kemudian Stranas dan Rencana Strategis (Renstra) Kemendagri, target kinerja yang harus dipenuhi oleh Ditjen Dukcapil adalah perekaman KTP-El 98% di tingkat nasional sudah tercapai, tetapi di Kabupaten/Kota banyak yang belum tercapai, kartu identitas anak 20%, akta kelahiran 92%, dan pemanfaatan data kependudukan,” jelasnya.

Dengan demikian, Zudan menuturkan jajaran Dukcapil di pusat dan daerah berkomitmen bekerja secara lebih militan untuk menyelesaikan target kinerja administrasi kependudukan. “Kami semua di hadapan Bapak siap menerima arahan Bapak dan siap untuk,” ungkapnya.