TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA -  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Barat, Antonius Rawing, mengatakan upaya pemerintah dalam pelayanan administrasi kependudukan harus didukung adanya kesadaran masyarakat.

Menurut dia, berbagai inovasi yang dilakukan terkait pelayanan administrasi kependudukan tidak akan maksimal jika tidak diimbangi kesadaran warga.

"Karena itu, kita mengajak masyarakat untuk selalu melaporkan setiap perubahan data kependudukan di dinas dukcapil setempat. Baik itu perubahan gelar pendidikan sekalipun harus terdata di Dukcapil, sehingga tercatat di database," ujarnya, Rabu (19/9/2018).

Sehingga ia mengharapkan nantinya jangan sampai ketika ada pencarian data tentang kualitas sumber daya manusia di Kubu Raya menjadi sulit.

"Misalnya terkait Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Kubu Raya, daerah bersangkutan malah dirugikan dengan data yang tidak berlaku," tuturnya.

Menurut Antonius, pemahaman akan pentingnya dokumen administrasi kependudukan harus diberikan kepada semua level masyarakat.

Tidak hanya masyarakat menengah ke bawah, namun juga masyarakat menengah ke atas.

"Administrasi kependudukan ini sebagai bukti legalitas seorang warga harus terus digaungkan. Apalagi berbagai keperluan masyarakat tidak terlepas dari keberadaan berbagai dokumen kependudukan, mulai dari kelahiran hingga kematian," katanya.

Menurutnya masyarakat cerdas masyarakat yang tertib administrasi kependudukan.

"Itu yang mau kita tuju, dengan semangat yang sama kita akan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melaporkan setiap perubahan data kepada dinas dukcapil. Sehingga data-data kita benar-benar valid," lanjutnya.

Karena itu ia sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang hampir mencapai target seratus 100 persen dalam penuntasan akta kelahiran dan KTP elektronik.

"Tentunya Kabupaten Kubu Raya bersama Kota Pontianak akan menjadi barometer bagi kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat," tuturnya.

Sumber: TRIBUNPONTIANAK.CO.ID