Pontianak. Dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 telah ditetapkan Target Nasional Indikator Kepemilikan Akta Kelahiran dikalangan Anak (usia 00  sampai dengan kurang dari 18 tahun) ditargetkan yaitu 75% pada tahun 2015, 77,5% pada tahun 2016, 80% pada tahun 2017, dan 85 % pada tahun 2019. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan usaha aktif dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam pelayanan pencatatan sipil.

Oleh karena itu pada Sabtu 18/02, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak menggelar pelayanan jemput bola pembuatan akta kelahiran yang disambut antusias ratusan masyarakat RW 5 Kelurahan Batulayang Kecamatan Pontianak Utara. Meskipun diluar jam dinas, pelayanan yang melibatkan petugas-petugas Dinas Dukcapil Kota Pontianak dan aparat kelurahan setempat. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tak kurang dari 200 warga hadir mengurus pembuatan akta kelahiran.

Pelayanan jemput bola ke sejumlah wilayah seperti ini kerap dilakukan oleh jajaran Disdukcapil Kota Pontianak, tujuannya agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Disdukcapil. "Hari ini kami melakukan pelayanan ‘on the spot’ administrasi kependudukan bagi warga di Batulayang dan sekitarnya, yakni pengurusan akta kelahiran. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi," ujar Dini Eka Wahyuni selaku Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil di lokasi pelayanan yang berlangsung di aula Posyandu Mekarsari RW 5 Komplek Khatulistiwa City Kelurahan Batulayang.

Menurut Dini, layanan dengan cara mendatangi ke wilayah-wilayah tertentu seperti ini, sudah dilakukan sejak 5 tahun terakhir ini dan akan terus digalakkan. Saat ini, jumlah masyarakat Kota Pontianak yg sudah memiliki akta kelahiran tercatat 595.075 ribu jiwa, itu berarti masih terdapat sekitar 57.955 jiwa lagi yg belum membuat dokumen  tersebut.  

Agar tingkat partisipatif masyarakat dalam pembuatan akta kelahiran semakin bergairah, pihaknya terus melakukan sosialisasi melalui berbagai kesempatan dan pendekatan ke berbagai komunitas agar masyarakat lebih mudah dalam pengurusan administrasi kependudukan tersebut. “Terkadang kendala jarak maupun waktu untuk datang ke Disdukcapil, membuat masyarakat menunda-munda pengurusannya. Dengan pelayanan seperti ini mereka kini tidak perlu lagi jauh-jauh untuk membuat dokumen administrasi kependudukan karena petugas kami yang datang mendekat," ujarnya.

Saat ini juga telah diberlakukan Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, yang salah satu isinya menghapuskan sanksi administrasi untuk keterlambatan pelaporan peristiwa kelahiran dan kematian.  "Jadi sejak tanggal 1 Februari kemarin sudah digratiskan untuk pembuatan akta lahir dewasa maupun anak-anak", tegas Dini. Diharapkan dengan digratiskannya pengurusan akta kelahiran, maka angka 100% kepemilikan akta kelahiran untuk seluruh warga Kota Pontianak dapat segera terwujud.(sumber disdukcapil.pontianakkota.go.id).